pAidjo dlm KeBimBangan


Ya…kemaren masih terngiang dikepalLike ThIsaku bahwa kamu gak mau lagi diskusi atau pun saling “umpat” dengan ku, suatu keasyikan saat kita masyuk beradu argumen mungkin dalam hari-hari ini tidak akan kunikmati lagi denganmu.yaa kau menyesal mengapa mengenal manusia batu sepertiku ini……

Bukan begitu pay..kita gak mau untuk duduk disana bersama orang orang yang tidak mengindahkan kata kata dalam kitabku yang selalu kucium, kuagung agungkan dan kubaca setiap sore…!! ya aku tau rakyat saat ini butuh solusi! Tapi bukan begitu caranya..bagiku setandar halal haram adalah segalanya yang tak bisa diganggu gugat…bukan selalu manfaat yg besok mungkin kita indra itu akan selalu baik bagi semua…(aku mulai mengungkit ungkit penyakit pragmatisme akut dan utilitarianisme yang sudah menggerogoti sistem nalarnya)..Rakyat butuh kesadaran untuk bangkit dari semua ini!kita memerlukan Revolusi!! Bukan hanya sekedar reformasi atau yang lebih tepat tambal sulam yang kau teriakkan 9 tahun yang lalu!!atau sekedar kau beri kaus berlambang gambar idolamu, tanpa memberi tahu kesalahan saat ini ..tak mengindahkan “kata2″ sang creator!

Aku juga masih inget saat kau tergagap gagap menjawab secara teoritis mengapa kita semua salah dan bagaimana solusinya menurut “paham” yang kau perjuangkan pay. Ya aku tau..kau tidak mempelajari semua itu dan aku tidak menyalahkanmu..pay sahabatku…

Ya aku selalu bertanya tanya.bukankah kita sahabat? Tapi mengapa kau lebih suka turun bersama orang2 yang bersebrangan? Mungkin kamu selalu teringat akan omonganku bahwa didunia ini hanya ada 2 pilihan, ya..pilih hitam atau putih dan sekali lagi gak ada yang abu-abu pay..!???gak ada kata2 kata Moderat dalam perjuanganku…gak ada kompromi.! Ucapku sekali lagi. Bukan seperti itu pay, kamu gak ada kejelasan menerima atau menolak dan kubalas sekali lagi gak ada suatu pilihan yang antara menolak dan menerima!!!

Dan aku tahu..perjuangan yang kau agung agungkan akan berakhir seperti ini, saat kau menangis di pundakku mengakui kebenaran kapala batu sepertiku. Saat semua perjuangan penuh kemunafikan..bahkan bertutup mata dengan ayat2 yang kau hafalkan dalam setiap pertemuan dengan “guru”mu. Kau mencoba membohongi dirimu..kan hanya sebagai wakil?ucapmu, tetes air matamu semakin menjadi .bukankah ketika pemimpin berhalangan (pergi,sakit, bahkan mati) yang menggantikan wakilnya?bukankah wakil pemimpin itu juga pemimpin?bukankah semua tahu bahwa wanita yg kau pilih itu anti perjuangan kita?.aku tau pay kau tak bisa berargumen lagi.tapikan itu demi dakwah islam?lirihmu. akankaah kita bunuh islam dengan tiidak mengindahkan aturan aturanya dalam memperjuangkanya?jawabku menimpali.kau tersadar bahwa itu resiko “kita” duduk disana..popularitas..ya poopularitas

Dan kembali lagi kita bertemu di tempat kesukaan masyuk kita, sambil menenteng koran kemarin pagi..dengan tergopoh-gopoh….dan menangis memelukku..sambil beteriak seenakmu…

harga pupuk naik lagi!! Bagaimana ayahku?bagimana sekolah adikku?bagaimana sawah tetanggaku?bisakah makan ia?seolah olah kau tak percaya bahwa peyebabnya adalah pejuang idolamu..ya itu keputusan salah seorang pejuangmu..ya saat kau tahu kapitalisme tak akan hancur dengan pragmatisme!!!!.saat manfaat mendahului syariat…aku ikut berduka cita friends…semoga kau dapat hidayah

 

Leave a Reply